PROSES BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PERKULIAHAN PENYELESAIAN MASALAH PROGRAM LINIER

  • Dewi Tri Wulandari Universitas Wisnuwardhana Malang

Abstract

Untuk mengukur berpikir kritis, peneliti merumuskan “bagaimanakah proses berpikir kritis mahasiswa melalui perkuliahan penyelesaian masalah program linier?”. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan terjadinya proses berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran penyelesaian masalah program linier. Proses berpikir kritis memiliki 4 indikator antara lain: Pertama, identifikasi unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan, Kedua, penerapan strategi untuk penyelesaian masalah, Ketiga, perumusan masalah ke bentuk matematis, Keempat, interpretasi. Hasil penelitian ini diperoleh dari observasi dan tes akhir penelitian. Hasil observasi siklus I pertemuan I aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan PI sebesar 81% sehingga dalam kriteria baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 86% sehingga dalam kriteria baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan I dalam kriteria baik. Pada siklus II diperoleh untuk pertemuan I aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan PI sebesar 85% sehingga dalam kriteria baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 87% sehingga dalam kriteria baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan I dalam kriteria baik. Berdasarkan hasil tes akhir penelitian terungkap persentase ketuntasan klasikal (TB) sebesar 91%.

Kata kunci: proses berpikir kritis, penyelesaian masalah, program linier

Published
2015-09-01
How to Cite
Wulandari, D. (2015). PROSES BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PERKULIAHAN PENYELESAIAN MASALAH PROGRAM LINIER. Jurnal Likhitaprajna, 17(2), 53-64. Retrieved from http://likhitapradnya.wisnuwardhana.ac.id/index.php/likhitapradnya/article/view/16
Section
Articles