PROSES BERPIKIR REFRAKSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA TENTANG KESAMAAN

  • Anton Prayitno Universitas Wisnuwardhana Malang

Abstract

Salah satu konsep dasar untuk memahami aljabar dan banyak mendapatkan perhatian adalalah kesetaraan khususnya tentang tanda sama dengan (=). Tanda sama dengan sering disajikan dalam konteks umum yaitu operasi-sama dengan-jawaban (seperti, 5+4=9) dan jarang disajikan dalam konteks hasil pada kedua sisi (seperti, 5+4=7+2). Terkadang tanda sama dengan disajikan pula dalam konteks yang tidak umum lainnya (seperti, 9=9). Pada siswa sekolah menengah, berpikir operasional dalam menafsirkan tanda sama dengan dalam konteks operasi-sama dengan-jawaban akan tetapi siswa berpikir relasional dari tanda sama dengan dalam konteks kesetaraan. Dalam kemampuan berpikirnya, siswa cenderung bersifat linear yaitu apa yang diketahui dan diterima dari pengalamannya akan lebih sering langsung digunakan dalam menyelesaikan masalah. Berfikir linear akan mengakibatkan siswa untuk tidak dapat berfikir kreatif. Dalam pembelajaran matematika, siswa cenderung mengalami kesulitan mengerjakan masalah matematika apabila masalah yang diberikan guru tidak sama pada saat guru memberikan contoh atau bahkan hasil kerja siswa akan selalu sama pada saat guru mengajar. Mengingat pentingnya berpikir relasional dalam mengkonstruksi kesamaan sebagai pondasi dasar belajar aljabar, maka pengajar perlu membantu siswa dalam belajar. Proses refraksi membantu siswa memahami dan mengidentifikasi proses intermediate belajar dalam membantu mengembangkan keterampilan berpikir. Refraksi adalah pengetahuan transformatif yang terjadi yang memvalidasi penggunaan analisis kritis dan pemecahan masalah yang menyediakan interpretasi dan menyimpulkan dari isu-isu penting dan situasi dengan mempertimbangkan konten dan konteks.

Kata kunci: refraksi, berpikir, tanda sama dengan.

Published
2015-04-01
How to Cite
Prayitno, A. (2015). PROSES BERPIKIR REFRAKSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA TENTANG KESAMAAN. Jurnal Likhitaprajna, 17(1), 25-37. Retrieved from http://likhitapradnya.wisnuwardhana.ac.id/index.php/likhitapradnya/article/view/4
Section
Articles