SIMBOL-SIMBOL KEKUASAAN DALAM KOMUNIKASI LISAN

  • Kustyarini Kustyarini Universitas Wisnuwardhana Malang

Abstract

Salah satu wacana penting dalam dunia studi teks adalah perselisihan tentang interpretasi antara dua tradisi pemikiran, yaitu hermeneutika Romantis dan Strukturalisme. Pada tingkat metodologis, Hermeneutika Romantis menawarkan ‘pemahaman’ (understanding) sebagai metode yang absah dalam memaknai teks sebagai bentuk ekspresi manusia, sedangkan strukturalisme meyakini ‘penjelasan’ (explanation) sebagai metode yang cocok untuk menangkap pengertian sebuah teks.

Teks memiliki ‘otonomi’ nya sendiri yang tidak dibatasi oleh maksud pengarang dan horisonnya sehingga dapat diinterpretasi dalam berbagai cara. Secara epistemologis, Ricoeur melancarkan kritik atas hermeneutika romantis dan strukturalisme. Dengan alur analisis seperti apa Ricoeur sampai pada kritik tersebut?.

Epistemologi merupakan sudut pandang yang dapat digunakan untuk melihat teori interpretasi. Epistemologi berasal dari kata episteme dalam bahasa Yunani yang berarti pengetahuan. Ada 3 persoalan utama dalam epistemologi: (1) tentang sumber pengetahuan, (2) watak pengetahuan, dan (3) kebenaran pengetahuan Metode yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah model penelitian histories-faktual mengenai tokoh, yaitu model penelitian yang memusatkan salah satu pemikiran tokoh (Bakker & A.Charris Zubair, 1990:61-65).

Kata kunci: simbol kekuasaan, komunikasi lisan

 

Published
2016-09-05
How to Cite
Kustyarini, K. (2016). SIMBOL-SIMBOL KEKUASAAN DALAM KOMUNIKASI LISAN. Jurnal Likhitaprajna, 18(2), 11-19. Retrieved from http://likhitapradnya.wisnuwardhana.ac.id/index.php/likhitapradnya/article/view/54
Section
Articles